Sunday, September 25, 2016 @ 6:22 AM
Selasar Rumah Kami Jam 7 Pagi
Bukan nasib perempuan duduk menanti
Perempuan disuruh duduk di selasar rumah kami
Langkahnya dikutuk dan dicaci
Inginnya dikekang dan dibui
Yang paras dan lemah lembutnya baru dipuji
Teriaknya, "Tunggu saja di situ, nanti kau dihampiri."
Sampai sepi cekam suara temaram
Sampai tua letih dan tak bisa berlari
Nyatanya mana tuan, tuan tak datang
Bukan nasib perempuan duduk menanti
Perempuan disuruh duduk di selasar rumah kami
Langkahnya dikutuk dan dicaci
Inginnya dikekang dan dibui
Yang paras dan lemah lembutnya baru dipuji
Teriaknya, "Tunggu saja di situ, nanti kau dihampiri."
Sampai sepi cekam suara temaram
Sampai tua letih dan tak bisa berlari
Nyatanya mana tuan, tuan tak datang
Bukan nasib perempuan duduk menanti
leave a comment [0]