home
about
Denisa, female, 18
Indonesia

the 21st century version of rené descartes on a much lower intelligence level
links
soundcloud
instagram
archive
backward forward
long gone
"The problems arise when we begin to believe literally in our own metaphors."
— Dan Brown
Monday, March 2, 2015 @ 11:16 PM
Angkasa
Kirana berusia 4 tahun saat Angkasa meninggalkan aku dan Kirana. Janjinya, selama 2 tahun ke medan perang. Kirana bahkan belum bisa membaca kala itu. Begitupula aku yang belum mahir mengurus rumah tangga.

Lalu saat Kirana berusia 5 tahun, dia mulai menjadi pembaca rutin tiap surat yang Angkasa kirim tiap minggunya. Kirana akan terbata-bata membaca kata-kata sulit seperti, 'brigadir' ataupun 'nederland'. Kami akan tertawa bersama dengan beberapa helai roti tiap Sabtu malam, setelah surat itu sampai ke tangan kami tiap sorenya.

Lalu jarak antara surat itu semakin panjang, dan isinya pun semakin pendek.

Dan tulisan tangan Angkasa pun hampir tak terbaca, hingga kadang aku yang harus membaca surat itu untuk Kirana. Kirana kadang mengkritisi tulisan tangan Angkasa yang kasar tak beraturan, dan aku hanya bisa membalasnya dengan tawa.

Angkasa yang berjanji akan mengenalkan kertas dan pena pada Kirana, dan bagaimana cara menulis kata dengan pena.

"Nanti setelah Ayah pulang. Janji," begitu kata Angkasa.


Kini kami sudah merdeka. 5 tahun pun sudah berlalu sejak Angkasa keluar dari pintu rumah bambu ku dan Kirana.