home
about
Denisa, female, 18
Indonesia

the 21st century version of rené descartes on a much lower intelligence level
links
soundcloud
instagram
archive
backward forward
long gone
"The problems arise when we begin to believe literally in our own metaphors."
— Dan Brown
Sunday, September 14, 2014 @ 8:57 PM
Pointless
Sudah hampir 4 kali aku menulis entry sepanjang 3 paragraf dan pada akhirnya harus kuulang lagi dari awal. Entahlah, semua terasa kurang impressive. Dan tahu siapa dalang dari semua ini?

Pointless. Semua yang aku lakukan sekarang pointless. Aku menuntut ilmu dan memajang cita-cita setinggi langit, semuanya karena bahan bakar ego dan keinginan balas dendamku. Ini terdengar menyedihkan, dan aku membencinya, tetapi aku juga tidak menolaknya.

Dan aku semakin merasa tidak nyaman menuliskan berparagraf-paragraf tulisan melankolis dengan retorika yang diindah-indahkan. Rasanya, itu bukan aku. Aku sering tidak sadar pernah menulis hal-hal menyedihkan itu.

Lagi pula, sejak kapan aku menggunakan kata-kata pathetic seperti itu?

Tapi sebenarnya juga bukan itu. Aku hanya takut di masa depan nanti menyesal, pernah meluapkan isi hatiku di alam bawah sadarku, tentang orang-orang yang bahkan tidak pantas. Iya, tidak pantas saja. Rasanya seperti sudah membuang sia-sia kata-kata terbaikku untuk berandal-berandal yang tidak sadar pernah mengusik ritme teratur hidupku.

Dan lagi pula berandal-berandal itu juga pointless. Kita bukan Alice Cullen yang bisa meramal masa depan. Siapa yang tahu sampai kapan berandal-berandal itu akan mengacak-acak perasaanmu? Atau ini semua hanya untuk bersenang-senang? Semua orang memilih cara mereka sendiri untuk bersenang-senang. Dan ini, jelas bukan caraku.