home
about
Denisa, female, 18
Indonesia

the 21st century version of rené descartes on a much lower intelligence level
links
soundcloud
instagram
archive
backward forward
long gone
"The problems arise when we begin to believe literally in our own metaphors."
— Dan Brown
Friday, June 13, 2014 @ 10:51 PM
Radioactive - Imagine Dragons
Abad 21, dan semua sudah bisa merasakan revolusi teknologi. Hitungan detik dan ada saja yang menemukan teknologi baru. Untuk memudahkan manusia. Segalanya kini membuat kita selalu bersentuhan, kan?

Koneksi dan sinyal. Siapa sangka mereka bisa mempermainkan hati kita? Semuanya terlihat memungkinkan di abad ini. Dengan teknologi yang selalu naik ke anak tangga yang lebih tinggi tiap sepersekian detiknya, semua rasanya lebih dekat. Dunia dalam genggaman sekarang bukan hanya mimpi, tapi realita yang maya.

Sulit dimengerti kan?

Realita. Di mana itu benar-benar terjadi. Dan semua setuju kalau itu benar-benar terjadi.

Maya. Karena sebenarnya... Itu tidak benar-benar terjadi.

Iya aku tau itu membingungkan. Dari pada kamu bingung lebih baik kamu cari saja definisi internet di internet. Semakin membingungkan, bukan?

Iya, satu kata itu memang membingungkan. Kamu bisa bicara dengan seseorang di belahan dunia yang berbeda tanpa harus menunggu sekian pekan, cukup dengan segala fasilitas telepon. Kamu bicara, tapi tidak bicara juga. Soalnya yang orang itu dengar bukan pantulan suara asli mu yang melalui udara. Tapi itu telepon.

Kamu bisa saja berkirim pesan dengan orang yang entah di mana, dalam waktu kurang dari satu detik untuk dikirim tiap pesannya. Saling berkirim pesan dengan sangat cepat, seolah sedang berbicara tapi menggunakan kata-kata tertulis. Sangat cepat. Tapi kadang, mempermainkan hati kita semua.

Bagaimana bisa? Tidak sadar, kan?

Kadang kau bersama dia, lalu sesaat kemudian semuanya menghilang. Karena tidak ada lagi balasan. Satu lagi alasan untuk membenci internet dan segala macam teknologi abad ini.